Mengintegrasikan Tenaga Veteriner demi Akselerasi Sertifikasi Halal Reguler
Tim Redaksi NUPARIS
NUPARIS
Sinergi Strategis Diskanak Purwakarta dan Tim Manajemen Halal mewakili RPH Siska Broiler
Mengintegrasikan Tenaga Veteriner demi Akselerasi Sertifikasi Halal Reguler
Langkah progresif diambil oleh Tim Manajemen Halal (Penyelia Halal eksternal) mewakili Rumah Potong Hewan (RPH) Unggas Siska Broiler dalam memastikan produk yang dihasilkan tidak hanya memenuhi standar syariat Islam, melainkan juga mematuhi kaidah ilmiah kesehatan masyarakat veteriner. Melalui koordinasi intensif bersama Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Purwakarta, komitmen penyediaan daging ayam yang Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH) kini memasuki babak baru.
Implementasi Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH) pada sektor hulu seperti Rumah Potong Hewan memiliki tantangan yang kompleks. Sebuah karkas ayam tidak dapat serta-merta dinyatakan halal hanya dari ketepatan cara menyembelihnya, melainkan harus ditinjau sejak pemeliharaan, transportasi, hingga kondisi kesehatan ayam sesaat sebelum dipotong. Menyadari krusialnya mata rantai ini, Tim Manajemen Halal mewakili RPH Unggas Siska Broiler melakukan kunjungan strategis ke kantor Diskanak Kabupaten Purwakarta guna menyelaraskan kebutuhan regulasi teknis.
Menjembatani Halal Tradisional Menuju Standar ASUH Modern
Pertemuan dengan otoritas medik dan paramedis veteriner daerah, yakni drh. Wahyu selaku Dokter Hewan Dinas/Otoritas Veteriner Kabupaten Purwakarta, didampingi oleh Cynthia selaku Paramedis Veteriner. Fokus utama pembahasan tertuju pada pemenuhan unsur pengawasan teknis medik di dalam ekosistem RPH komersial.

"Keberadaan dokter hewan atau paramedis veteriner di lingkungan RPH bukanlah sekadar formalitas administratif. Mereka adalah garda terdepan dalam pelaksanaan pemeriksaan Antemortem (sebelum pemotongan) dan Postmortem (setelah pemotongan). Pengawasan ini esensial untuk mendeteksi zoonosis maupun kelainan fisik, sehingga menjamin bahwa hewan yang disembelih benar-benar dalam keadaan hidup, sehat, serta layak konsumsi secara syar'i,"
Dari hasil koordinasi tersebut, mendapatkan sebuah langkah visioner. Dukungan sistem pengawasan operasional RPH melalui integrasi peran tenaga paramedis veteriner ke dalam struktur Tim Manajemen Halal RPH. Langkah ini dinilai akan menjadi preseden baik dalam mempercepat pemenuhan kriteria sertifikasi halal reguler berbasis pemenuhan dokumen komprehensif.
Kombinasi Diklat 20 JP dan Penguatan Organisasi
Sinergi lapangan ini berjalan beriringan dengan keikutsertaan aktif staf RPH dalam
Pelatihan Penyelia Halal Umum Reguler (20 JP) Batch 6 Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh LPJPH UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Melalui bekal materi penyusunan dokumen, pengawasan bahan, serta mitigasi risiko kontaminasi produk yang diperoleh selama pelatihan, hasil koordinasi dengan Diskanak akan langsung dituangkan ke dalam revisi Lampiran SK Tim Manajemen Halal.
Dengan hadirnya kolaborasi lintas sektor antara pelaku usaha mikro, akademisi lembaga pelatihan, dan otoritas veteriner dinas, RPH Siska Broiler optimis dapat menghadirkan produk unggas berkualitas tinggi bagi masyarakat Purwakarta. Langkah nyata ini menjadi bukti bahwa sertifikasi halal bukan lagi sekadar label, melainkan wujud perlindungan menyeluruh bagi konsumen, baik dari aspek spiritual maupun pemenuhan gizi yang higienis.